BANJARMASIN – Selain dualisme kepengurusan Partai Golkar,
yang membuat ramai dunia perpolitikan Indonesia adalah dualisme kepengurusan
Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
DPW PPP Kalsel sendiri telah menyatakan
bergabung dengan kubu Ketua Umum Romahurmuziy (Romi) hasil Muktamar Surabaya.
Meski demikian, ternyata ada tokoh Kalsel yang berseberangan, yakni Sofwat Hadi
yang menjadi Ketua DPP kubu Ketua Umum Djan Faridz hasil Muktamar Jakarta.
Kepada Radar Banjarmasin, Sofwat yang merupakan mantan senator utusan Kalsel
ini menjelaskan, bahwa DPP PPP Kubu Romi saat ini tidak lagi diakui oleh
pemerintah. Hal ini setelah SK Menkumham tertanggal 28 Oktober 2014. Namun SK
tersebut oleh PTUN Jakarta telah dibatalkan demi hukum. Kemudian Menkumham
sebagai pihak tergugat mengajukan banding ke PT TUN termasuk juga DPP PP Kubu
Romi sebagai pihak Tergugat Intervensi.
“Jadi Romi tidak bisa lagi menggunakan SK itu,” ucapnya saat dihubungi Radar
Banjarmasin, kemarin.
Sofwat menambahkan, meski pihaknya secara hukum lebih diuntungkan, namun Kubu
Djan Faridz belum akan membuka pendaftaran bakal calon gubernur atau bupati dan
walikota di Kalsel. Alasannya karena masih ada sengketa yang belum tuntas di
DPP PPP.
“Kami belum buka pendaftaran, kasihan kalau ada bakal calon mendaftar padahal
sengketa belum selesai nanti calon yang dirugikan,” imbuhnya.
Sofwat memberikan contoh jika PPP membuka pendaftaran kemudian seorang kandidat
mendapatkan dukungan dari PPP dan mampu memenuhi syarat 20 persen kursi di DPRD
tapi ternyata kemudian PPP digugurkan karena masalah internalnya belum beres
maka kandidat akan rugi. DPP PPP kubu Djan Faridz baru akan membuka pendaftaran
setelah ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap.
“Putusan kan belum inkrah, masih ada upaya hukum baik dari Kemenkumham maupun
Kubu Romi,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris DPW PPP Kalsel Asbullah meminta kepada para bakal calon
yang sudah mendaftar ke PPP baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota
agar tidak perlu khawatir terhadap masalah dualisme kepengurusan DPP PPP. DPW
PPP Kalsel akan tetap memproses para bakal calon yang sudah mendaftar.
“Kandidat tidak perlu khawatir karena proses masih panjang. Setelah ini masih
ada banding juga,” pintanya.
Asbullah juga meminta kepada para bakal calon agar tidak ragu. DPW PPP Kalsel
juga sudah memberikan informasi kepada para bakal calon. “Supaya jangan sampai
ada yang terpengaruh dengan informasi yang tidak tepat,” ucapnya.
Nama-nama bakal calon yang sudah terdaftar menurut Asbullah akan diproses dalam
waktu dekat. Ia menegaskan, DPW PPP Kalsel tidak akan membuka pendaftaran bakal
calon lagi. “Hampir pasti kita tidak akan buka pendaftaran lagi,” pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar