Massa mendatangi Kantor DPD PPP untuk mengambil alih kantor tersebut setelah demo di Gedung DPRD dan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember. "Kami akan menjadikannya Kantor DPC lagi. PPP tidak mengenal DPD di tingkat kabupaten, yang ada Dewan Pimpinan Cabang atau DPC," ujar Khaliq Nawawy, Sekretaris DPC PPP Jember kubu Djan Fariz.
Massa awalnya berdemo di luar pagar karena di halaman Kantor PPP itu dijaga sejumlah Satgas Khusus PPP dan sejumlah anggota Polres Jember. Pagar terkunci, begitu juga dengan pintu ruangan PPP.
Setelah beberapa saat berorasi, warga mendobrak paksa pagar berwarna hijau itu. "Dobrak saja, masuk ke kantor kita sendiri," teriak M Aris, Tim Hukum DPP PPP yang mendampingi aksi itu.
Massa yang memaksa masuk tidak mendapat halangan berarti dari Kepolisian. Setelah diguncang beberapa saat, pagar pun roboh. Warga akhirnya masuk ke pelataran PPP. Pendemo kemudian menutupi papan nama DPD PPP dengan Kantor DPC PPP Jember yang dicetak di sebuah spanduk vinil berwarna hijau khas PPP.
Meski bisa masuk ke pelataran, pendemo tidak bisa masuk Kantor PPP. "Karena kunci dibawa Pak Nardi. Kami akan tunggu sampai dia kesini dan kunci diserahkan," ujar Ketua DPC PPP Jember Baihaqi Rivai.
Nardi yang dimaksud adalah Sunardi, Ketua PPP Jember kubu Romahurmuziy yang menyebut kepengurusannya sebagai DPD PPP Jember. "Padahal PPP tidak mengenal DPD, kantor ini juga tertulis DPC di akte," tegas Baihaqi.
Sampai pukul 14.30 wib, pendemo yang terdiri dari pendukung Sukarso dan pengurus DPC PPP Jember masih menduduki kantor tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar