Home » » Tender Pengadaan Traktor Kementerian Pertanian Dipertanyakan

Tender Pengadaan Traktor Kementerian Pertanian Dipertanyakan

Written By Unknown on Rabu, 18 Maret 2015 | 13.44

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bakal memberikan sejumlah traktor kepada petani di daerah Ponorogo, Jawa Timur, bulan depan. Hal itu baru akan terlaksana karena Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Pertanian baru cair.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai pernyataan Mentan itu muncul karena kepanikan lantaran pemberian traktor yang ditarik kembali itu sudah membuat Presiden Jokowi malu.

"Jokowi sudah menyatakan bahwa Pemerintah akan memberikan bantuan traktor sebanyak 41 ribu ke seluruh Indonesia. Untuk Ponorogo sebanyak 3 ribu. Tapi, setelah Jokowi menyatakan itu, traktor ditarik kembali, dan ini sangat menyakitkan rakyat," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima redaksi, Rabu (18/3).

Selain itu, lanjut Uchok, Menteri Pertanian seharusnya berpikir serius untuk membagi traktor bagi petani untuk bulan depan, kalau tidak mau dituduh sebagai pembual besar alias tidak konsisten antara penyataannya dengan kondisi di lapangan, karena sebetulnya belum ada lelang pada kementeriannya untuk pengadaan traktor.

Kalau melihat lelang di Kementerian Pertanian tertanggal 18 Maret 2015 atas pengadaan alat mesin pertanian berupa traktor untuk tahun 2015, hanya ada dua lelang traktor sebesar Rp 1.7 miliar.

"Pertama, pengadaan traktor pertanian dengan paket anggaran sebesar Rp 650 juta. Kedua, pengadaan traktor besar 1 unit dan Traktor Mini 1 unit sebesar Rp 1 miliar," imbuhnya.

Kemudian, pada tahun 2014, pengadaan traktor pertanian hanya sebesar Rp 640 juta, pada tahun 2013, ada 4 item untuk pengadaan traktor dengan jumlah anggaran sebesar Rp 102 miliar, dan pada tahun 2012, ada 5 item untuk pengadaan traktor dengan jumlah anggaran sebesar Rp 119 miliar.

"Dengan demikian, kami meminta kepada Menteri Amran jangan coba-coba pengadaan lelang dengan cara penunjukan langsung oleh Kementerian Pertanian. Kalau terjadi, ini namanya korupsi dalam pelelangan dalam pengadaan traktor," tegasnya.

Uchok pun meminta kepada Menteri Pertanian untuk segera merealisasikan janjinya kepada rakyat mendapatkan traktor kembali, bulan depan.

Presiden Joko Widodo pun angkat bicara soal kabar yang menyebutkan pemberian traktor tangan bagi petani ditarik kembali setelah acara seremoni penyerahan berakhir.

Menurut Jokowi, traktor itu memang tidak semuanya diberikan ke satu daerah, tetapi disebar untuk wilayah lainnya sehingga beberapa di antaranya diangkut kembali.

"Siapa yang narik? Gini loh, itu dikumpulkan 1.300 traktor, kan nggak mungkin semua untuk satu desa. Itu untuk lima kabupaten, ya dinaikkan lagi, disebar," ucap Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sebelum memulai kunjungan kerja di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (18/3).

Jokowi membantah pemberian itu sifatnya simbolis semata. Dia mengaku tak mau hanya memberikan tiga sampai lima traktor tangan sehingga terkesan hanya sekadar seremoni.

"Kita nggak mau simbolis, tiga atau lima, yang 1.300 ke mana? Jadi, betul barangnya 1.300, setelah itu dibagikan ke kabupaten-kabupaten," katanya.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : DINAMIKA PERSATUAN
Copyright © 2015. dinamika persatuan - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger