MALUT - Aparat Gabungan TNI yang berasal dari Intel Korem 152/Babullah dan Unit Intel Kodim 1508/Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, berhasil melacak perkembangan jaringan yang terindikasi menyerupai Islamic States of Iraq and Suriah (ISIS), di Kota Tobelo.
Pelacakan itu berawal dari ditemukannya sebuah kaos bertuliskan huruf Arab, yakni Laa Illaha Illallah Muhammadarrosullullah, serta gambar senjata AK-47 di bawah tulisan tersebut, identik dengan lambang ISIS.
Kapenrem 152/Babullah, Mayor Inf Anang, mengatakan, kaos tersebut digunakan oleh seorang pemuda berinisal R (30 tahun), saat acara Cycling Road di desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, beberapa waktu lalu. Berdasarkan temuan tersebut, tim gabungan Intel Kodim dan Korem melakukan penyelidikan mendalam, guna mengungkap keterlibatan pemuda itu dengan ISIS.
“Berdasarkan hasil pendalaman selama beberapa hari oleh petugas di lapangan, kemudian menggiring pemuda R ke Koramil 1508-01/Tobelo untuk diselidik lebih mendalam,” ujarnya.
Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengaku jika kaos tersebut dibeli seharga Rp150 ribu dari rekannya yang berinisial MA, warga desa Gosoma. Atas informasi tersebut, anggota TNI melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan itu, dan berhasil mengamankan delapan orang warga yang diduga terlibat jaringan yang identik dengan ISIS.
Dandim Letkol Inf Yudhi Prasetyo melakukan koordinasi dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halmahera Utara, Ishak Jamaludin, guna mendalami keberadaan jaringan tersebut, sejauh mana hubungannya dengan ISIS, serta perkembangan kelompok mereka di Maluku Utara, khususnya di Kota Tobelo.
VIVA.co.id
0 komentar:
Posting Komentar