JAKARTA - Kisruh
RAPBD DKI 2015 antara Gubernur DKI Jakarta dengan DPRD praktis mencuatkan dua
nama yang popular di media. Mereka adalah Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama
(Ahok) dan Haji Lulung Lunggana. Kontroversialnya kedua nama ini sudah sering
terdengar di media sejak sebelum adanya istilah ‘Anggaran Siluman’ – nya Ahok.
Bahkan konflik keduanya seperti pasangan yang berpacaran putus nyambung.
Dengan
dukungan media yang besar nama Ahok memang dikesankan sebagai ‘super hero’ yang
gagah berani melawan DPRD yang dikesankan sebagai tokoh antagonis. Namun itu
hanyalah opini yang dibangun media, belum menjadi kenyataan yang pasti.
Di
luar dari persoalan tersebut, ternyata ketokohan Haji Lulung malah memberikan
warna tersendiri. Setidaknya #SaveHajiLulung sempat menjadi trending topic
di media sosial. Entah itu tagar yang
ingin menyindir dan satir terhadap Haji Lulung, namun eksistensi tokoh Jakarta
asli Betawi ini banyak menuai pujian di sebagian warga Jakarta dan memberikan tambahan
penghasilan bagi orang yang jeli melihat peluang usaha.
Lihat
saja yang dilakukan beberapa pedagang kaos pada Car Free Day di Jakarta, Minggu
(15/3/2015). Ratusan kaus bertema Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Haji Lulung
ludes terjual di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Sebagian pembeli mengaku tertarik karena
tulisan-tulisan pada kaus itu yang mereka anggap lucu. Meski demikian, tidak sedikit pembeli yang mengaku membeli karena mengagumi politisi asal Tanah Abang itu.
"Ngefans (sama Lulung), karena dia berani, orangnya tegas. Anggota DPRD yang lain mana ada yang seberani dia?" ujar Edy (53), salah seorang pembeli asal Petamburan, Jakarta Pusat.
Edy tampak membeli dua kaus, satu berwarna hitam dan satunya lagi putih. Satu kaus yang ia beli rencananya akan diberikan kepada mertuanya.
"Beli baju dua, yang satu buat mertua," ucap dia. Seperti halnya Edy, Zainal (35) juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku kagum pada figur Haji Lulung.
"Dia mengerti Jakarta. Jadi hati saya hanya untuk Haji Lulung," ujar pria yang terlihat membeli empat helai kaus itu.
Zainal mengaku mengikuti pemberitaan seputar kekisruhan RAPBD DKI 2015, yang memunculkan ketegangan antara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD DKI.
Sebagai warga Jakarta, ia berharap kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan agar kekisruhan bisa segera mereda.
"Mediasi harus tetap ada, jadi kesepakatan RAPBD 2015 bisa terlaksanalah. Karena saat ini warga Jakarta merasa telantar. Misalnya jalan rusak dan KJP (Kartu Jakarta Pintar) saat ini belum direalisasikan," ujar dia.
Kaus bertema "Haji Lulung" dijual oleh seorang pedagang bernama Redi (45). Ia mulai terlihat membuka lapak dagangannya sekitar pukul 07.15. Tak sampai dua jam, yakni sekitar pukul 08.55, ia sudah terlihat membereskan lapaknya itu.

0 komentar:
Posting Komentar