BATANGHARI
- Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur
menilai maraknya aksi begal sepeda motor di Kabupaten Lampung Timur disebabkan
kondisi kesejahteraan masyarakat yang masih kurang baik dan minim akses
pekerjaan bagi warga setempat.
"Maraknya pelaku begal merupakan imbas masih kurang perhatian pemerintah
dan pimpinan daerah dalam mendorong penyediaan lapangan pekerjaan bagi
warganya," ujar anggota DPRD Lampung Timur dari Partai NasDem, Yusron
Amirruloh, di Batanghari, Senin.
Maraknya aksi begal sepeda motor di beberapa wilayah di Lampung Timur
menurutnya, tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab pemerintah daerah Lampung
Timur dalam menyejahterakan masyarakatnya.
"Salah satunya adalah penyedian lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dengan
menyediakan lapangan pekerjaan dan menghadirkan investor, agar bisa menyerap
tenaga kerja adalah salah satu cara mengurangi angka kriminalitas,"
katanya lagi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Timur, angka
kemiskinan di Kabupaten Lampung Timur pada 2013 tercatat 18,59 persen dari
total jumlah penduduk sebanyak 900.000 jiwa.
"Angka kemiskinan itu belum mengalami perubahan signifikan dari data tahun
2012," kata Kepala BPS Lampung Timur, Anwar, di Sukadana.
Ia mengatakan bahwa untuk menekan angka kemiskinan di daerah itu, harus
didukung tiga faktor, yakni kepemilikan penguasaan produksi, kemudahan akses
modal produksi dan insfratruktur dari pemerintah daearah.
Menurutnya, kemiskinan dapat dilihat dari beberapa dimensi tidak hanya
berdasarkan daya beli konsumsi mayarakat.
Selain itu Anwar menjelaskan standarisasi daya konsumsi berdasarkan garis
kemiskinan terkait pula dengan kebutuhan dasar di daerah itu, yakni Rp273.574
per kapita per bulan.
"Salah satu faktor untuk menentukan kemiskinan dapat dilihat dari daya
beli masyarakatnya," ujarnya lagi.
Kepala BPS Lampung Timur itu menilai, program pengentasan kemiskinan di daerah
itu hingga saat ini tidak sesuai dengan capaian yang ditargetkan.
Hal itu disebabkan belum adanya komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk
mengimplementasikan program kemiskinan yang digalakkan oleh pemerintah pusat.
Kabupaten Lampung Timur memiliki 24 kecamatan serta 252 desa, dengan jumlah
penduduk hampir 900.000 jiwa yang sebagian besar bekerja sebagai petani,
pekebun, nelayan dan buruh.
BPS mencatat penghasilan masyarakat Lampung Timur masih rendah berkisar
Rp120.000/kapita.
Pendapatan masyarakat per kapita tersebut di bawah standar dari hasil riset BPS
berdasarkan kebutuhan dasar.
Berkaitan maraknya aksi pembegalan di Lampung Timur dan daerah lain di Lampung,
termasuk warga Lampung yang dilaporkan menjadi pelaku pembegalan di daerah lain
di Pulau Jawa dan wilayah lainnya, Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko
menegaskan, selain dengan tindakan pengamanan dan antisipasi oleh pihak
kepolisian setempat, perlu dukungan masyarakat dan jajaran pemerintahan.
"Selain ditangani secara hukum oleh kami dari kepolisian sesuai dengan
prosedur hukum yang berlaku, penanganan begal juga perlu pendekatan sosial
ekonomi, dengan memberikan akses kesempatan berusaha dan membuka lapangan kerja
baru sebanyak-banyaknya di daerah ini, sehingga terbuka peluang pekerjaan agar
menekan angka kriminalitas termasuk aksi pembegalan," ujar Kapolda pula
Begal marak karena akses pekerjaan minim
Written By Unknown on Senin, 16 Maret 2015 | 14.31
Label:
sosial
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar