Jakarta - Dalam waktu dekat Partai Bulan-Bintang (PBB) akan menggelar Muktamar di Bogor, Jawa Barat. Diperlukan figur yang handal untuk memimpin partai berlambang bulan sabit dan bintang yang didirikan pada 17 Juli 1998 tersebut. Alasannya, pertarungan politik ke depan sangat ketat untuk bisa meloloskan kader PBB bisa masuk kembali ke Senayan.
Sekretaris Seksi Publikasi Media PBB, Teddy Gusnaidi mengatakan, partainya saat ini perlu sosok pemersatu kader yang dapat merapatkan barisan guna menghadapi pemilu 2019 yang akan datang. Apalagi persaingan pemilu mendatang sangat ketat dan penuh dengan intrik. "Saat ini PBB perlu figur pemersatu untuk menghadapi Pemilu 2019," kata Teddy Gusnaidi di Jakarta, Senin (13/4).
Mengenai sosok yang di anggap mampu merapatkan barisan tersebut, Teddy melihat ada pada sosok Yusril Ihza Mahendra. Selain pernah menjadi Ketua Umum PBB, Yusril juga dikenal sebagai tokoh yang memelopori Amandemen Konstitusi Pasca Reformasi. Yusril juga dikenal sebagai pakar hukum tata negara, politikus, dan intelektual Indonesia.
Sosoknya juga tidak diragukan lagi, karena Yusril pernah menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara Indonesia. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan di tingkat internasional, seperti di sidang AALCO, Konferensi Internasional tentang Tsunami, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika, serta berbagai kegiatan lainnya. Yusril juga pernah dipercaya sebagai President Asian-African Legal Consultative Organization yang bermarkas di New Delhi, India. "Kami melihat figur tersebut ada pada sosok Yusril Ihza mahendra," terangnya.
Teddy menuturkan, untuk menduduki Ketum PBB kembali, Yusril juga memperoleh banyak dukungan dari para pemilik hak suara. "Ada sekitar 30 DPW yang sudah menyatakan diri siap mendukung Yusril dan akan meminta bahkan mendesak yusril untuk kembali maju sebagai ketum, mengingat pertarungan politik kedepan pasti akan semakin berat, maka banyak yang berharap sosok yusril lah yang kami anggap mampu memimpin PBB," tandasnya.
Ketika ditanya apakah tidak ada figur lain yang dipandang pas dan mampu memimpin PBB kedepan, mengingat Yusril sudah pernah menjabat sebagai ketum Teddy dengan tegas menyatakan, jika untuk saat ini belum ada. Sementara terkait Rhoma Irama yang sebelumnya pernah di gadang-gadang unutk memimpin PBB, Teddy mengatakan jika kader masih lebih menghendaki sosok Yusril untuk kembali memimpin PBB. Juga Ketika ditanya apakah sosok Yusril memang tepat untuk saat ini? Teddy malah bertanya balik, "Apakah masih diragukan kemampuan seorang Yusril?" tegasnya.
0 komentar:
Posting Komentar