Jakarta – Pemerintah tampaknya terus bermain api dalam kisruh Partai Golkar. Terbukti, pemerintah mengundang kubu Agung Laksono dalam pembukaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta. Wajar jika Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, pemerintah sejak awal memang sudah membuat skenario untuk menggembosi Partai Golkar dari dalam. Karena, lanjut Bamsoet, pemeintah mengira pecahnya partai yang didirkan mantan Presiden Soeharto itu akan berefek negatif pada eksistensi Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai penyeimbang pemerintah.
“Dari awal memang Munas Golkar jadi-jadian di Ancol itu merupakan rekayasa pemerintah untuk menciptakan pemimpin boneka, untuk memecah-belah Partai Golkar agar dapat menghabisi pengaruh KMP yang lebih unggul dari KIH [Koalisi Indonesia Hebat] di parlemen,” kata Bamsoet, Rabu kemarin (22/4).
Undangan pemerintah kepada kubu Agung Laksono dalam pembukaan Konferensi Asia Afrika, tambahnya, justru telah mengonfimasi atas informasi adanya oknum pemerintah yang diduga ikut cawe-cawe dalam penyelenggaraan Munas Ancol dengan dokumen dan mandat palsu itu. “Kami sendiri santai saja. Itu memang haknya pemerintah. Tapi percayalah, di tataran akar rumput kader Golkar, itu enggak ngaruh. Bahkan, itu makin memperjelas adanya campur tangan atau pemerintah terhadap parpol. Dan itu akan menambah amunisi kami nanti dalam menggunakan hak angket atau hak penyelidikan DPR terhadap pelanggaran undang-undang dan intervensi pemerintah terhadap partai politik pada masa sidang Mei mendatang,” tutur Bamsoet
0 komentar:
Posting Komentar