Home » » Premium Dihapus, Beban Rakyat Makin Berat

Premium Dihapus, Beban Rakyat Makin Berat

Written By Unknown on Kamis, 16 April 2015 | 20.35

JAKARTA – Isu bahan bakar minyak jenis premium mau dihapus terus  mencuat. Rencana bahan bakar RON 88 ini mau diganti nama baru dengan RON 90. Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, meminta pemerintah tidak menghapus premium.

“Bukan akal-akalan. Tapi strategi pemerintah,” katanya saat dikonfirmasi Pos Kota, Kamis (16/4).

Memang, ia mengaku dengan diubahnya spech dari RON 88 ke RON 90, performa mesin kendaraan akan lebih bagus.

Tapi di sisi lain, ia menegaskan perubahan spech tersebut harga BBM RON 90 sudah pasti lebih mahal. Tak mungkin dijual dengan harga Rp7.400/liter. Tapi di atas Rp8 ribu/liter. Sedikit di bawah harga pertamax.

Sehingga masyarakat harus mengeluarkan tambahan uang untuk membeli bahan bakar baru tersebut. Jadi beban hidup masyarakat makin berat. “Padahal dampak kenaikan harga BBM yang lalu masih mereka rasakan sampai sekarang,” tandasnya.

Nah! Jika premium dihapus dan diganti dengan produk baru yang harga jualnya lebih mahal, ia mengungkap tidak mustahil pengusaha angkutan umum, termasuk angkutan barang akan menaikkan tarif. Pada akhirnya masyarakat lagi menjadi korban. Harga sembako dan tarif angkutan umum pasti naik lagi.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menghapus bahan bakar (premium) RON 88. Silakan saja keluarkan BBM RON 90. “Biar masyarakat memilih mau pakai BBM yang mana,” tandasnya.

Lagi pula, pemerintah tidak rugi menjual premium. Sebab harga jual premium sekarang ini sudah tidak lagi disubsidi. “Jadi kerugian pemerintah dimana hingga ingin menghapus premium?” katanya balik bertanya.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : DINAMIKA PERSATUAN
Copyright © 2015. dinamika persatuan - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger