Home » » PBB; Yaman di Ambang Bencana Kemanusiaan

PBB; Yaman di Ambang Bencana Kemanusiaan

Written By Unknown on Rabu, 08 April 2015 | 03.35

Sana'a -- Badan PBB untuk Anak-anak Internasional (Unicef) mengatakan Yaman berada di ambang bencana kemanusiaan akibat perang saudara yang kian brutal.

Julien Harneis, perwakilan Unicef di Yaman, mengatakan puluhan ribu keluarga terancam kelaparan, malnutrisi, dan penyakit. Kelompok paling rentah terkena dampak perang adalah anak-anak.

Negara termiskin di Semenanjung Arab itu telah lama mengalami kerusuhan. Kebangkitan Shiah Houthi, kehadiran ISIS dan Al Qaeda, serta konflik antarsuku, memaksa ribuan orang mengungsi di negeri sendiri.

Puncaknya terjadi dalam dua pekan terakhir. Houthi menguasai Sana'a dan kini bergerak ke Aden, kota pelabuhan penting bagi kawasan Arab.

Arab Saudi dan negara-negara Arab terseret ke dalam konflik demi mendukung Abdurabbu Mansour Hadi, presiden Yaman yang terguling. Pemboman pesawat Arab Saudi dalam dua pekan terakhir mengubah perang menjadi lebih mematikan bagi warga sipil.

"Banyak anak tewas dalam pertempuran. Rumah sakit hancur, dan sekolah diambil alih pemberontak," ujar Harneis.

Kekurangan bahan bakar mengancam program imunisasi bagi anak-anak, karena vaksin tidak tersimpan di lemari pendingin. Tidak ada dana dari pemerintah, karena semua orang sibuk berperang.

Kebutuhan air menipis. Setiap orang tidak bisa membeli air, karena pengoperasian generator untuk pompa menjadi lebih mahal. Bahan pangan semakin langka, dan pendapatan warga jatuh.

Arus pengungsi dari kota-kota paling parah membuat kamp pengungsi sedemikian buruk, karena kelebihan kapasitas. Sanitasi tak layak akan menjadi sumber utama penyakit menular.

"Kami sedang mempersiapkan kemungkinan terburuk, yaitu bencana kemanusiaan," ujar Harneis kepada kantor berita Reuters dan dikutip worldbulletin.net.

Bersama Palang Merah Interansional, Unicef berusaha mengirim bantuan ke Yaman hari ini, Selasa (7/4), untuk membantu warga menghadapi kondisi mengerikan. Arab Saudi dan koalisi negara-negara Arab telah memberi ijin, yang memungkinkan pesawat terbang ke kota-kota terparah.

"Fokus utama kami adalah mengatasi kekurangan air, bantuan kesehatan, dan membuat sanitasi, di pengungsian," ujar Harneis.

INILAHCOM

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : DINAMIKA PERSATUAN
Copyright © 2015. dinamika persatuan - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger