PONDOK Pesantren Daarut Tauhiid (DT) yang dipimpin KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) ternyata dikenal sampai manca negara. Selain karena Aa Gym sering mengisi Kajian Tauhiid di berbagai negara, banyak pula warga negara asing hingga pejabat negara yang berkunjung ke DT.
Misalnya Rabu (18/3/2015) sore pekan lalu, DT kedatangan tamu dari Japan College of Social Work di Tokyo Jepang. 8 mahasiswa dan 1 Profesornya sengaja datang ke DT untuk bertemu dan berdiskusi dengan Aa Gym tentang Islam dan kegiatan sosial.
Tak hanya berdiskusi seputar Islam, mereka pun ikut memperhatikan cara Aa Gym dan para santri berwudu sebelum salat magrib. Mereka tampak kagum melihat para santri yang berbondong memasuki masjid dengan rapi, tertib, dan teratur. Ketika salat magrib berlangsung, mereka ada di masjid dan duduk berbaris di barisan paling belakang, mereka ingin melihat langsung bagaimana umat muslim menjalankan ibadah salat magrib.
"Ketika mendengar suara azan, ada rasa tenang yang mengalir di hati saya, rasanya sulit untuk dijelaskan. Dan ketika orang-orang mulai melaksanakan salat, saya juga ingin salat tapi saya tidak mengerti apa yang dibaca saat salat karena saya bukan seorang muslim," kata Peter, salah seorang mahasiswa Jepang yang bersal dari London, Inggris.
Usai memimpin salat magrib berjamaah, Aa Gym memperkenalkan mereka semua di hadapan para santri. Setelah itu, Aa mengajak mereka berkeliling DT. "Saya terkesan sekali dengan sikap Aa Gym, saya tahu beliau lelah karena baru pulang dari luar kota tapi beliau mau melayani kami dengan baik tanpa menghiraukan rasa lelah. Beliau menjamu kami dengan sangat baik, menjawab semua pertanyaan kami tentang Islam yang sesungguhnya," tutur Takashi Fujioka.
"Tadi, ketika kertas yang saya pakai untuk menulis habis, saya mencatat di balik kartu nama. Lalu kemudian Aa Gym menghampiri saya dan memberikan beberapa lembar kertas. Dari hal kecil seperti ini saya sungguh terharu dan menaruh hormat kepada beliau. Beliau tak hanya cerdas, tapi juga memiliki keimanan dan akhlak yang sangat baik," tambah Yabe Masaharu.
Saat para guide dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang mengantar mereka mengingatkan bahwa waktu mereka di DT sebentar lagi. Tiba-tiba salah seorang mahasiswa Jepang menghampiri Aa Gym, memegang erat tangannya, kemudian memeluknya.
"Selama ini saya hidup tidak bertuhan, saya tidak percaya tuhan, tapi di sini, di tempat ini, saya menemukan Tuhan melalui keluhuran budi pekerti anda. Selama ini saya salah menilai Islam, dan kini saya tertarik untuk masuk agama Islam," tutur Tsukatsa.
Suasana berubah menjadi haru. Para guide dan mahasiswa Jepang lainnya pun menunduk dan ada juga yang sampai menitikkan air mata. "Terimakasih Aa Gym," tambahnya dalam menggunakan bahasa Jepang. [*]
0 komentar:
Posting Komentar