JAKARTA - Pasukan cyber di dunia maya sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, kehadiran mereka juga merusak demokrasi. Bahkan, keberadaan mereka bisa menyebabkan diistegrasi bangsa.
"Ini membahayakan dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Tantowi Yahya, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 20/3).
Karena itu, Tantowi meminta Presiden Joko Widodo dan Polri menindak tegas pasukan cyber ini. Sebab apa yang dilakukan pasukan ini, selalu menyerang pihak yang berbeda pendapat dengan cara yang tidak sehat dan intimidatif.
"Habis memaki-maki orang mereka, pasukan cyber pun membuang sim card mereka Lama kelamaan demokrasi pun mati dan kebenaran hanya milik pasukan cyber ini karena selalu membenarkan apapun yang dilakukan pemimpin," tegas Tantowi.
Terkait dengan hal ini, ungkap Tantowi, Komisi I berencana membahasnya dengan Menkominfo. Bagaimanapun, negara harus hadir, dan persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Selain itu, DPR juga akan merevisi UU ITE untuk membahas mengenai cyber sehingga ke depan tidak ada lagi akun-akun tidak jelas yang digunakan untuk mengadu domba anak bangsa.
"Hal ini sudah dibicarakan sejak menkominfo Pak Tifatul Sembiring. Penjualan simcard tak bisa sembarangan, harus meninggalkan kartu identitas untuk didaftarkan. Kalau simcard dibeli di pinggir jalan satu orang saja bisa punya 10 nomor. Kita tidak ingin membatasi kebebasan tapi kebebasan juga harus bertanggungjawab," demikian Tantowi.
0 komentar:
Posting Komentar